Sabtu, 14 Juli 2012
PROGRAM REGULER
SMK Negeri 29 Jakarta satu-satunya SMK Negeri Kelompok Teknologi Industri Jakarta Selatan, dan Teknologi Pesawat Udara di DKI Jakarta memiliki peluang untuk menjadi “Regional Centre Kelompok Teknologi di Wilayah Jakarta Selatan dengan program keahlian yang diminati calon siswa dan memiliki daya serap tamatan tinggi sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja.
Peluang yang baik dan sangat memungkinkan untuk membuka Program Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara, Informatika, Listrik Pemakaian, Mesin Perkakas, Mekanik Otomotif dari Kelompok Teknologi dan Industri dengan pertimbangan:
- SMK Negeri 29 Jakarta pada tahun Pelajaran 2001/2002 telah memiliki:
- Bidang Keahlian Teknik Pesawat Udara dengan Program Keahlian:
- Airframe & Powerplant MR Pesawat Udara,
- Avionic-Electric-Instrument MR Pesawat Udara
- Bidang Keahlian Elektro dengan Program Keahlian:
- Teknik Elektronika Komunikasi.
- Telah memiliki peralatan Permesinan, kelistrikan, alat-alat laboratorium avionic, komunikasi, instrumentasi yang selama ini digunakan untuk praktik Airframe & Powerplant dan Avionics-Elektric-Instrumen Pesawat Udara, sehingga tinggal melengkapi.
- Menampung minat calon siswa tamatan SLTP Wilayah Jakarta Selatan yang selama ini memilih Kelompok Teknologi Industri di Wilayah Jakarta Barat, Pusat dan Timur bahkan ke Jakarta Utara yang mengakibatkan terjadinya urbanisasi dan mobilisasi anak sekolah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran antar siswa SMK sendiri.
- Untuk Program Keahlian Listrik Pemakaian:
- Telah tercantumnya Program Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara pada Kurikulum SMK Edisi 1999
- Peralatan yang dimiliki 75% telah ada, tinggal melengkapi untuk Praktik,
- Telah memiliki Guru-guru dengan latar belakang Listrik sebanyak 4 orang yang selama ini mengajar di Program Keahlian Avionics-Elektric-Instrumen MR pesawat Udara
- Untuk Program keahlian : Mesin Perkakas
- Telah tercantum Program Keahlian mesin Perkakas pada Kurikulum SMK Edisi 1999
- Peralatan yang dimiliki 85% telah ada, termasuk CNC,
- Telah memiliki Guru-guru dengan latar belakang Mesin Umum sebanyak 4 orang yang selama ini mengajar di Program Keahlian Airframe & Powerplant MR.
- Untuk Program Keahlian: Teknik Otomotif
- Telah tercantum Program keahlian Teknik Otomotif pada Kurikulum SMK Edisi 1999,
- Peralatan yang dimiliki 50% telah ada,
- Telah memiliki Guru-guru dengan latar belakang Mesin Umum sebanyak 4 orang yang selama ini mengajar di Program Keahlian Airframe & Powerplant MR Pesawat Udara.
- Untuk Program Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara
- Telah tercantumnya Program Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara pada Kurikulum SMK Edisi 1999,
- SMK yang membuka Teknik-teknik Pendingin dan Tata Udara di DKI Jakarta baru ada 1 (satu) sekolah Negeri dan 1 (satu) Sekolah swasta,
- Potensi SMK Negeri 29 Jakarta telah memiliki Program Keahlian teknik Avionic- Electric-Instrument, dengan peralatan dasar kelistrikan yang cukup memadai yang dapat dijadikan praktik dasar Program Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara ( mencapai 65% telah tersedia )
- Minat calon siswa yang besar dari tamatan SLTP untuk masuk pada Program Keahlian Elektro, yang dibuktikan jumlah kelas dan daya tampung SMK yang tinggi untuk setiap tahun pelajaran selalu terisi penuh dan berlebih. (Di SMK Negeri 54 Jakarta tahun pelajaran 2000/2001 yang mendaftar 348 siswa yang tertampung 108 siswa).
- Adanya standar Keahlian Teknisi teknik Pendingin yang dikeluarkan oleh Klasifikasi Jabatan Indonesia dengan Kode KJI.969.70
- Peluang untuk meraih pasar kerja dan berwirausaha bagi tamatan Program Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara sangat terbuka yang dibuktikan dengan adanya permintaan tenaga kerja yang langsung ke SMK atau pada mas media menyerap tenaga kerja Program Keahlian Elektro untuk dididik menjadi tenaga teknisi Teknik Pendingin.
- Dunia Usaha yang bergerak dalam bidang Produksi, Jasa elektronika, Swalayan, pertokoan, kantor-kantor perusahaan swasta dan Pemerintahan, Hotel-hotel, Kontraktor, Pekerjaan Umum, Pertambangan, Otomotif, Penerbangan, Pabrik es, rumah sakit, masyarakat, peluang bagi tamatan atau berwirausaha dengan membuka bengkel service teknik pendingin.
- Dalam Teknik Pendingin terdapat life skills (mata pencaharian) yang potensial untuk berwirausaha dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.
PROGRAM NON REGULERPembukaan Program keahlian dari Kelompok Teknologi Industri sebagai program regular bagi siswa pendidikan formal, akan dilengkapi dengan program non regular short course dalam bentuk Diklat Kejuruan: gunan menunjang pelaksanaan program yang fleksibel dan permeable dengan pertimbangan:1. Memiliki tingkat relevansi dengan kebutuhan pasar kerja dan kebutuhan masyarakat dewasa ini dimana pesawat pendingin sudah merupakan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha baik bidang jasa maupun bidang produksi.2. Menampung minat masyarakat dalam menambah “life skills” kecakapan hidup sebagai mata pencaharian yang praktis, relevan dengan perkembangan IPTEK.3. Menjadikan pendidikan SMK yang lebih permeable dan fleksibel untuk melaksanakan pengelolaan diklat dengan program bridging training, bridging cource untuk program irregular dan system multy entry dan multy exit untuk program regular.
Pesawat Rakitan SMKN 29 Jakarta "Mejeng" di PRJ
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 29 Penerbangan Jakarta memamerkan pesawat hasil rakitan siswa-siswanya di ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2012. "Kami baru menghasilkan satu unit pesawat. Tujuan kami memamerkan di sini untuk menjadi motivasi dan membakar semangat anak-anak. Selain itu, kita juga ingin unjuk gigi bahwa kita mampu berkarya," kata Sugiyanto, tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), di PRJ.
Ia menambahkan, sementara ini SMKN 29 hanya merakit pesawat Jabiru. Bahan-bahannya hasil impor dari Australia. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pesawat adalah tiga setengah bulan. Dana untuk perakitan pesawat disokong oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
SMKN 29 berhasil menerbangkan pesawat itu di lapangan terbang Pondok Cabe, 12 april 2012. Selanjutnya, tutur Sugiyanto, SMKN 29 bertekad untuk merakit pesawat dengan bahan-bahan dari Indonesia.
Pesawat Jabiru J430 dapat terbang jelajah Jakarta-Pekanbaru dengan jarak 950 kilometer dengan kecepatan 120 mph dalam satu kali isi bahan bakar. Pesawat ini mampu mengangkut empat orang penumpang.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, telah meresmikan pesawat hasil rakitan SMKN 29 Jakarta di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pertengahan Mei 2012.
PROFIL SMK NEGERI 29 JAKARTA
SMKN Negeri 29 Jakarta didirikan di ruang hanggar Pesawat Udara Kemayoran Jakarta pada bulan Agustus 1954, dikenal dengan STM Penerbangan, dipindahkan lokasinya ke Jln Prof Joko Sutono SH No.1 Kebayoran Baru sejak tahun 1958 berdiri di atas luas tanah 20980 m2, merupakan satu-satunya SMK Negeri Kelompok Teknologi Industri Udara yang berada di Wilayah Segitiga Emas Jakarta Selatan, dengan spesialisasi Teknologi Pesawat Udara satu-satunya di DKI Jakarta memiliki potensi dan peluang yang sangat besar untuk ditingkatkan dan dikembangkan.
Pada tahun 2006 SMKN 29 Direnovasi, sebagian dari bangunanya, yang berasitektur belanda telah diubah menjadi bangunan bertingkat yang jauh lebih baik
Dalam Usianya yang cukup tua, SMK Negeri 29 Jakarta terus membenahi diri agar dapat eksis sebagai SMK yang memiliki spesialisasi Teknologi Penerbangan. Pembenahan itu dimulai dengan REORIENTASI sekolah, meliputi penyusunan Visi dan Misi yang relevan, strategi pencapaian, target, revitalisasi semua struktur sekolah agar dapat bertugas dengan maksimal, tidak ketinggalan efektivitas KBM dengan metode PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Guru bebas mengembangkan metode asalkan sesuai dan tepat dengan kompetensi yang dipelajari dan peserta didik menuangkan kreativitasnya dengan penuh tanggung jawab.
VISI :
MENJADI SMK PENERBANGAN KEBANGGAN NASIONAL YANG MEMILIKI DAYA SAING GLOBAL DENGAN LANDASAN AKHLAK MULIA
MISI :
1. Membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri nasional dan global.
2. Mengubah peserta didik dari status beban menjadi aset bagi pembangunan nasional.
3. Menjadikan sekolah sebagai pusat kebudayaan, pendidikan, dan latihan.
4. Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif religius untuk meningkatkan kinerja warga sekolah.
PROGRAM KEAHLIAN YANG DIKEMBANGKAN :
1. Airframe Powerplant
2. Electrical Avionic
3. Teknik Elektronika Industri
4. Teknik Pendingin dan Tata Udara
TENAGA PENGAJAR
Untuk mengelola SMK Negeri 29 bergabung sebanyak 56 guru dan 23 tenaga kependidikan (pegawai). Sebagian guru telah memiliki Licence (A1,A4,C2,C4 )sebagai teknisi penerbangan dan sebagian lagi telah mengikuti dan memiliki sertifikat BATK (Basic Aircraft Technical Knowledge) semacam kursus dasar pengetahuan pesawat terbang yang diselenggarakan oleh PT. Garuda Indonesia .
KURIKULUM
Kurikulum yang digunakan tidak sama dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) seperti yang berlaku di SMK lainnya. Kurikulum SMK Negeri 29 dikembangkan dan disusun bersama oleh industri dalam hal ini PT. Garuda Indonesia ( PT.GMF AEROASIA ) dengan mengacu kepada regulasi penerbangan sipil yang diatur dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR) part 147.
Karena itu SMK negeri 29 Jakarta sedang berupaya untuk menjadi sekolah yang kurikulumnya diakui oleh pihak yang berwenang dalam mengeluarkan licence atau mengakui kompetensi teknisi penerbangan yaitu Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara (DSKU). Termasuk fasilitas KBM lainnya seperti lab dan bengkel juga mengacu kepada standar CASR. Pada akhirnya SMK negeri 29 diharapkan menjadi sekolah yang diakui DSKU sebagai lembaga pencetak teknisi pesawat terbang yang dikenal dengan APPROVED SCHOOL atau Aircrfat Maintenance Technical Organization (AMTO).
Saat ini telah dicoba kelas yang mendekati standar CASR dengan nama APPROVED CLASS setiap tingkat satu kelas untuk satu program keahlian.
Dalam upaya mencapai pengakuan tersebut SMK Negeri 29 Jakarta telah melakukan
Data Fisik SMKN 29 :
1. Nama Sekolah : SMK NEGERI 29 JAKARTA2. Alamat : Jl. Prof Jokosutono SH No.1 Kelurahan Petogogan/Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12720
3. Telp/Fax: (021) 7222471
4. Sekolah didirikan tahun : 1958 di Hanggar Garuda Kemayoran Jakarta
5. Status Sekolah : Negeri
6. Akte Pendirian Nomor: 585/B.III/53 Tanggal : 28-11-1953
7. SK Sekolah Terakhir: SMK : 036/0/1997 Tanggal 7 Maret 1976
8. SK Kelembagaan Sekolah: 0209/O/1976 Tanggal : 09 Desember 1976
9. Nomor Statistik Sekolah : 561016306001
10. Kepala Sekolah Pertama: Ir. Bintang Dharmasetia
11. Tahun Meluluskan Pertama Kali: Tahun 1957
12. Jenjang Akreditasi: Amat Baik tahun 2001
13. Luas Tanah Seluruhnya : 20980 m2
14. Luas Bangunan : 7143 m2
15. Kepemilikan: Pemda DKI Jakarta
16. Tenaga Penerangan: PLN—66.000 VA
17. Sumber Air Bersih: Pompa
JAKARTA, KOMPAS.com - Para siswa SMKN 29 Penerbangan Jakarta tengah merakit pesawat eksperimental, yang mereka beri nama Jabiru J430. Pesawat yang dibeli secara terpisah dari Australia ini akan mulai diuji coba terbang untuk pertama kalinya pada Desember mendatang.
Nikko Reonanta, salah seorang siswa kelas XII SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang ikut merakit Jabiru J430, menjelaskan, pada Agustus lalu, seluruh komponen pesawat Jabiru telah tiba di SMKN 29. Proses perakitan pesawat pun mulai dilakukan pada 3 September 2011. Waktu yang dibutuhkan untuk perakitan sekitar tiga hingga empat bulan.
Pesawat Jabiru merupakan pesawat swayasa bermuatan empat awak, yaitu pesawat karya rakitan sendiri. Oleh pemilik sebelumnya, siswa dan siswi SMKN 29 Penerbangan Jakarta diberi keleluasaan untuk memodifikasi sesuai dengan kebutuhan.
"Inilah yang kami manfaatkan untuk berkreasi dengan mengubah lima titik pada badan pesawat yang bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi terbang pesawat, dan meningkatkan kenyamanan pengendara," kata Nikko, saat ditemui Kompas.com, Selasa (22/11/2011), dalam Pameran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK, di Parkir Timur Senayan, Jakarta.
Saat ini, perakitan seharga Rp 1,4 miliar itu telah dalam tahap penyelesaian. Rencananya, pada awal Desember akan dilakukan tes engine pada pesawat rakitan pelajar Indonesia ini. Sementara, pada akhir Desember, Jabiru direncanakan akan diterbangkan untuk pertama kalinya di Bandara Pondok Cabe dengan melibatkan personel dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
"Sebenarnya Jabiru sudah bisa terbang, tinggal finishing, seperti pengecatan, dan pemasangan aksesori lainnya. Nantinya kita akan pake kode penerbangan PK-SMK," kata Nikko.
Modifikasi
Adapun, lima titik badan pesawat yang diubah dan dimodifokasi adalah, pertama, penambahan bilah penutup celah antara sirip pesawat dan sayap utama. Kedua, memperkecil jarak elevator dan stabilisator horizontal pada bagian ekor pesawat.
Selanjutnya adalah penambahan lapisan dempul untuk memuluskan penutup pengendali pesawat yang terletak di ekor pesawat. Keempat, penutupan cekungan pada perut pesawat menggunakan material komposit ditambah lapisan dempul agar permukaan menjadi mulus. Dan kelima adalah mencopot corong ventilasi udara pada bagian depan pesawat agar mengurangi hambatan udara.
JAKARTA, KOMPAS.com — Prestasi membanggakan kembali diukir para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di DKI Jakarta. Kali ini, para pelajar SMK 29 Jakarta atau dulu lebih dikenal dengan sebutan STM Penerbangan mampu merakit pesawat ringan eksperimental Jabiru J 430 bermesin tunggal dengan piston 6 silinder dan berkapasitas 4 tempat duduk.
Perakitan dilakukan di halaman sekolah mereka, yang berlokasi di Jalan Prof Sutono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selama melakukan perakitan, para siswa didampingi para instrukturnya yang berasal dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways, Lion Air, TNI Angkatan Udara (AU), serta Federasi Aerosport Indonesia.
Saat ini, proses perakitan pesawat telah mencapai 95 persen dan diprediksi pada akhir Januari nanti akan rampung. Pesawat Jabiru ini memiliki panjang 8 meter dengan lebar bentang sayap mencapai 10 meter. Adapun bobot pesawat memiliki berat sekitar 200 kilogram. Pesawat ini memiliki empat tempat duduk dan diklaim mampu terbang hingga Pulau Bali dan Malaysia.
Kepala Bidang Pendidikan SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Rita Aryani mengatakan, perakitan pesawat ini membutuhkan waktu lebih kurang tiga bulan. Saat ini, prosesnya sudah berlangsung dua bulan. Pada akhir Januari nanti, pesawat ini diprediksi akan selesai dan diluncurkan pada bulan Februari 2012.
Para pelajar yang merakit pesawat ini adalah siswa kelas dua dan kelas tiga dari jurusan Air Frame dan Power Plant. Sejauh ini, SMKN 29 ini merupakan satu-satunya sekolah di Jakarta yang berhasil merakit pesawat.
"Perakitan pesawat ini dibagi dalam beberapa tim dan dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk merakitnya. Seluruh komponen pesawat ini didatangkan dari Australia dengan biaya yang ditanggung Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Rita Aryani, seperti dikutipberitajakarta.com, Kamis (5/1/2012).
Rita menyebutkan, saat ini SMKN 29 telah menandatangani nota kesepahaman dengan Garuda Indonesia Airways dan Lion Air. Setelah lulus, para siswanya yang memenuhi persyaratan dapat langsung diterima bekerja di dua maskapai penerbangan tersebut. Nantinya, mereka dapat bekerja sebagai tenaga maintenance hingga pilot.
"Tentu kami berharap, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu di sekolah, tetapi dapat mempraktikkan ilmunya dan berguna bagi masyarakat," ujar Rita.
Perakitan dilakukan di halaman sekolah mereka, yang berlokasi di Jalan Prof Sutono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selama melakukan perakitan, para siswa didampingi para instrukturnya yang berasal dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways, Lion Air, TNI Angkatan Udara (AU), serta Federasi Aerosport Indonesia.
Saat ini, proses perakitan pesawat telah mencapai 95 persen dan diprediksi pada akhir Januari nanti akan rampung. Pesawat Jabiru ini memiliki panjang 8 meter dengan lebar bentang sayap mencapai 10 meter. Adapun bobot pesawat memiliki berat sekitar 200 kilogram. Pesawat ini memiliki empat tempat duduk dan diklaim mampu terbang hingga Pulau Bali dan Malaysia.
Kepala Bidang Pendidikan SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Rita Aryani mengatakan, perakitan pesawat ini membutuhkan waktu lebih kurang tiga bulan. Saat ini, prosesnya sudah berlangsung dua bulan. Pada akhir Januari nanti, pesawat ini diprediksi akan selesai dan diluncurkan pada bulan Februari 2012.
Para pelajar yang merakit pesawat ini adalah siswa kelas dua dan kelas tiga dari jurusan Air Frame dan Power Plant. Sejauh ini, SMKN 29 ini merupakan satu-satunya sekolah di Jakarta yang berhasil merakit pesawat.
"Perakitan pesawat ini dibagi dalam beberapa tim dan dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk merakitnya. Seluruh komponen pesawat ini didatangkan dari Australia dengan biaya yang ditanggung Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Rita Aryani, seperti dikutipberitajakarta.com, Kamis (5/1/2012).
Rita menyebutkan, saat ini SMKN 29 telah menandatangani nota kesepahaman dengan Garuda Indonesia Airways dan Lion Air. Setelah lulus, para siswanya yang memenuhi persyaratan dapat langsung diterima bekerja di dua maskapai penerbangan tersebut. Nantinya, mereka dapat bekerja sebagai tenaga maintenance hingga pilot.
"Tentu kami berharap, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu di sekolah, tetapi dapat mempraktikkan ilmunya dan berguna bagi masyarakat," ujar Rita.
Langganan:
Postingan (Atom)







